Tampilkan postingan dengan label transistor sebagai saklar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transistor sebagai saklar. Tampilkan semua postingan

16 Nov 2011

Rangkaian Timer Transistor

Rangkaian Timer dengan Transistor

Transistor merupakan komponen elektronika berbahan semikonduktor yang dapat digunakan sebagai penguat (amplifier) ataupun sebagai saklar (switching). Nah pada tulisan kali ini transistor akan digunakan sebagai pewaktu (timer) dengan dikominasikan dengan kapasitor.

Berikut rangkaian transistor sebagai timer

Rangkaian Timer dengan Transistor

Komponen yang digunakan

- Transistor NPN dapat juga PNP (baiknya disusun Darlington)
- Kapasitor 2200 mikro Farad (semakin besar kapasitor semakin lama waktu delay yang dapat dibuat)
- Variabel resistor (semakin besar resistansi semakin lama waktu delay yang dapat kita atur)
- Resistor
- Beban (Dalam hal ni digunakan led)
- resistor
- saklar
- Baterry

Penjelasan rangkaian

Keika saklar dalam posisi NO (kapasitor terhubung singkat) ini artinya kapasitor melakukan pelepasan muatan yang ada di dalamnya, namun ketika saklar ditekan kapasitor melakukan pengisian samapi tegangan pada kapasitor mendekati tegangan suplly, setelah itu baru arus dapat mengalir ke basis transistor dan transistor dapat aktif dan lampu akan hidup, proses pengisian inilah yang dimanfaatkan untuk membuat waktu delay yang meunda lampu hidup untuk beberapa waktu.
Catatan: Untuk mengatur lama tidaknya waktu delay dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil resistansi pada variabel resistor.

Gambar simulasi ketika lampu hidup

Rangkaian Timer dengan Transistor

semoga bermanfaat.
Selengkapnya ...

5 Mei 2011

Transistor sebagai saklar posisi mati/cut off

TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR POSISI CUT-OFF

Daerah cut off
merupakan daerah kerja transistor dimana keadaan transistor menyumbat pada
hubungan kolektor –emitor.
Daerah cut off sering dinamakan sebagai daerah mati karena pada
daerah kerja ini transistor tidak dapat mengalirkan
arus dari kolektor ke emitor.

Pada daerah cut off transistor dapat di analogikan sebagai saklar
terbuka pada hubungan kolektor – emitor.

Dengan mengatur Ib = 0
atau tidak memberi tegangan pada bias basis atau basis diberi tegangan
mundur terhadap emitor maka transistor akan
dalam kondisi mati (cut off),
sehingga tak ada arus mengalir dari kolektor ke emitor (Ic≈0) dan Vce≈Vcc.

Keadaan ini menyerupai
saklar pada kondisi terbuka seperti ditunjukan
pada gambar
transistor sebagai saklar

Besarnya tegangan antara
kolektor dan emitor transistor pada kondisi
mati atau cut off adalah :

Vce = Vcc – Ic . Rc

Karena kondisi mati Ic = 0
(transistor ideal) maka:
Vce = Vcc . R c
Vce = Vcc

Besar arus basis Ib adalah
Ib = Ic / β
Ib = 0

Salah satu fungsi transistor adalah sebagai saklar yaitu bila berada pada dua posisi kerjanya yaitu posisi jenuh (saturasi) dan
posisi mati (cut-off).

Transistor akan mengalami
perubahan kondisi dari menyumbat ke jenuh dan
sebaliknya.

Transistor dalam keadaan menyumbat dapat dianalogikan sebagai saklar dalam keadaan
terbuka seperti yang telah
di uraikan diatas.

Selengkapnya ...

4 Mei 2011

Transistor sebagai saklar posisi saturasi

TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR POSISI SATURASI

Prinsip kerja dari transistor yaitu akan
ada arus yang mengalir diantara kolektor dan emitor bila ada arus yang mengalir diantara basis dan emitor.

Transistor
akan dapat mengalirkan arus diantara kolektor
dan emitor bila pada basis transistor tersebut diberikan tegangan yang cukup untuk mengemudikan transistor tersebut (lebih
besar dari 0,3 volt untuk transistor germanium dan
0,7 volt untuk transistor silicon).

Salah satu
fungsi transistor adalah sebagai saklar yaitu bila berada pada dua daerah kerjanya yaitu daerah jenuh (saturasi) dan
daerah mati (cut-off).

Transistor akan mengalami
perubahan kondisi dari menyumbat ke jenuh dan sebaliknya.
Transistor dalam keadaan menyumbat dapat dianalogikan sebagai saklar dalam keadaan terbuka,sedangkan dalam keadaan
jenuh seperti saklar yang menutup. Untuk
membuat transistor menghantar, pada masukan basis perlu diberi tegangan.

Besarnya
tegangan harus lebih besar dari Vbe (0,3 untuk
germanium dan 0,7 untuk silicon).

Dengan mengatur Ib>Ic/β
kondisi transistor akan menjadi jenuh seakan kolektor dan emitor short circuit.

Arus mengalir dari
kolektor ke emitor tanpa hambatan dan Vce≈0.

Besar arus yang mengalir
dari kolektor ke emitor sama dengan Vcc/Rc.

Keadaan seperti ini menyerupai saklar
dalam kondisi tertutup(ON).

Gambar Konfigurasi
Transistor Sebagai Saklar Pada Kondisi Saturasi

transistor sebagai saklar

Besarnya tegangan kolektor emitor Vce suatu transistor pada
konfigurasi diatas dapat diketahui sebagai berikut.

Vce = Vcc – Ic . Rc

Karena kondisi jenuh Vce
= 0V (transistor ideal)
maka besarnya arus kolektor (Ic) adalah :

Ic =Vcc / Rc
Besarnya arus yang mengalir agar transistor
menjadi jenuh (saturasi) adalah:

Rb = (Vi-Vbe)/Ib
Sehingga besar arus basis Ib jenuh adalah :
Ib ≥ Ic/β
Daerah kerja
transistor saat jenuh adalah keadaan dimana
transistor mengalirkan
arus secara maksimum dari
kolektor ke emitor
sehingga transistor
tersebut seolah-olah short
pada hubungan kolektor –
emitor. Pada daerah ini
transistor dikatakan
menghantar maksimum
(sambungan CE terhubung
maksimum). Pada kondisi
seperti ini transistor
dapat disebut sebagai
saklar pada kondisi
tertutup (ON).

Selengkapnya ...